PENENTUAN TETAPAN LAJU PADA REAKSI SAPONIFIKASI ETIL ASETAT

Saturday, March 17th 2012. | LP Kimia Fisika
    1. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
    2. Tujuan             : membuktikan bahwa reaksi saponifikasi etil asetat adalah orde                                 dua dan menentukan tetapan laju reaksi tersebut.

     

    1. LANDASAN TEORI

    Untuk menentukan laju dari reaksi kimia yang diberikan, harus ditentukan seberapa cepat perubahan  konsentrasi yang terjadi pada reaktan atau produknya. Secara umum, apabila terjadi reaksi A → B, maka mula-mula zat yang A dan zat B sama sekali belum ada. Setelah beberapa waktu, konsentrasi B akan meningkat sementara konsentrasi zat A akan menurun (Partana, 2003 : 47). Hukum laju dapat ditentukan dengan melakukan serangkain eksperimen secara sistematik pada reaksi A + B → C, untuk menentukan orde reaksi terhadap A maka konsentrasi A dibuat tetap sementara konsentrasi B divariasi kemudian ditentukan laju reaksinya pada variasi konsentrasi tersebut. Sedangkan untuk menentukan orde reaksi B, maka konsentrasi B dibuat tetap sementara itu konsentrasi A divariasi kemudian diukur laju reaksinya pada variasi konsentrasi tersebut (Partana, 2003 : 49).

    Orde dari suatu reaksi menggambarkan bentuk matematika dimana hasil perubahan dapat ditunjukkan. Orde reaksi hanya dapat dihitung secara eksperimen dan hanya dapat diramalkan jika suatu mekanisme reaksi diketahui seluruh orde reaksi yang dapat ditentukan sebagai jumlah dari eksponen untuk masing-masing reaktan, sedangkan hanya eksponen untuk masing-masing reaktan dikenal sebagai orde reaksi untuk komponen itu. Orde reaksi adalah jumlah pangkat faktor konsentrasi dalam hukum laju bentuk diferensial. Pada umumnya orde reaksi terhadap suatu zat tertentu tidak sama dengan koefisien dalam persamaan stoikiometri reaksi (Hiskia, 2003).

    aA + bB → produk, dimana a ≠ b dan [A]o ≠ [B]o. persamaan laju diferensial adalah

    …………………….1

    Dan persamaan laju yang diintegralkan adalah

    …………………………2

    Jika a=b=1. persamaan 2 menjadi

     

    Plot sisi kiri persamaan 1 dan 2 terhadap t akan merupakan garis lurus, knstanta laju dapat dihitung dari kemiringan dan konsentrasi awal reaktan dari intersep tersebut (Dogra, 2008 : 629).

     

    1. ALAT DAN BAHAN
    2. Alat
      1. Erlenmeyer 250 mL
      2. Erlenmeyer 100 mL
      3. Pipet tetes
      4. Stopwatch
      5. Buret 50 mL
      6. Statif

     

    1. Bahan
      1. Etil asetat 0,02 M
      2. NaOH 0,02 M
      3. HCl 0,02 M
      4. Indikator pp

     

    1. SKEMA  KERJA

    Erlenmeyer 250 mL

    ↓ diisi

    100  mL etil asetat 0,02 M

    Erlenmeyer 250 mL

    ↓ diisi

    100 mL NaOH 0,02 M

    Suhu kedua larutan disamakan

    Campurkan kedua larutan

    5 erlenmeyer 100 mL

    Masing-masing dengan 20 mL HCl 0,02 M

    5 menit setelah bereaksi

    Ambil 10 mL

    Campur dengan HCl 0,02 M

    Kocok

    Larutan 1

    + indikator pp

    Titrasi dengan NaOH 0,02 M

    Hasil

    Ulangi percobaan dengan rentang waktu

    10, 20, 30, dan 40 menit.

     

     

    1. HASIL PENGAMATAN

    No.

    Waktu reaksi (menit)

    Volume NaOH 0,02 M (mL)

    1

    5

    9,2

    2

    10

    9,7

    3

    20

    10,2

    4

    30

    20,7

    5

    40

    16

     

     

     

    1. ANALISIS  DATA
    2. Persamaan reaksi

    CH3COOC2H5 (aq) + NaOH(aq) → CH3COOH(aq) + C2H5OH(aq)

     

     

     

    1. Perhitungan
      1. Mencari milimol NaOH sisa reaksi
    • Untuk 5 menit

    mmol NaOH sisa  = mmol HCl awal – mmol HCl akhir

    = M1. V1 – M2. V2

    = 0,02. 20 – 0,02. 9,2

    = 0,216 mmol

    • Untuk 10 menit

    mmol NaOH sisa  = mmol HCl awal – mmol HCl akhir

    = M1. V1 – M2. V2

    = 0,02. 20 – 0,02. 9,7

    = 0,206 mmol

    • Untuk 20 menit

    mmol NaOH sisa  = mmol HCl awal – mmol HCl akhir

    = M1. V1 – M2. V2

    = 0,02. 20 – 0,02. 10,2

    = 0,194 mmol

    • Untuk 30 menit

    mmol NaOH sisa  = mmol HCl awal – mmol HCl akhir

    = M1. V1 – M2. V2

    = 0,02. 20 – 0,02. 20,7

    = – 0,014 mmol

    • Untuk 40 menit

    mmol NaOH sisa  = mmol HCl awal – mmol HCl akhir

    = M1. V1 – M2. V2

    = 0,02. 20 – 0,02. 16

    = 0,08 mmol

     

    1. Mencari mmol NaOH yang bereaksi
    • Untuk 5 menit

    mmol NaOH         = mmol NaOH awal – mmol NaOH sisa

    = M. V – mmol NaOH sisa

    = 0,02. 100 – 0,216

    = 1,784 mmol

    • Untuk 10 menit

    mmol NaOH         = mmol NaOH awal – mmol NaOH sisa

    = M. V – mmol NaOH sisa

    = 0,02. 100 – 0,206

    = 1,794 mmol

    • Untuk 20 menit

    mmol NaOH         = mmol NaOH awal – mmol NaOH sisa

    = M. V – mmol NaOH sisa

    = 0,02. 100 – 0,196

    = 1,804 mmol

    • Untuk 30 menit

    mmol NaOH         = mmol NaOH awal – mmol NaOH sisa

    = M. V – mmol NaOH sisa

    = 0,02. 100 – (-0,014)

    = 2,014 mmol

    • Untuk 40 menit

    mmol NaOH         = mmol NaOH awal – mmol NaOH sisa

    = M. V – mmol NaOH sisa

    = 0,02. 100 – 0,08

    = 1,92 mmol

     

    1. Mencari nilai x
    • Untuk 5 menit

     

    • Untuk 10 menit

     

    • Untuk 20 menit

     

    • Untuk 30 menit

     

    • Untuk 40 menit

     

     

    1. Mencari nilai 1/ (a-x)
    • Untuk 5 menit

     

    • Untuk 10 menit

     

    • Untuk 20 menit

     

    • Untuk 30 menit

     

    • Untuk 40 menit

     

     

    1. Tabel hubungan t (waktu) dengan 1/ (a-x)

    t (menit)

    1/ (a-x) (M-1)

    5

    462,96

    10

    485,44

    20

    510,2

    30

    -7142,86

    40

    1250

     

    1. Grafik hubungan t vs 1/ (a-x)

     

    =

    =

    = 0,0525 M-1 s-1

    Slope = k = 0,0525 M-1 s-1

    Intersep = 440 M-1

     

     

     

     

     

    1. PEMBAHASAN

    Pada praktikum kali ini yang bertujuan tentang pembuktian bahwa reaksi safonofikasi etil asetat adalah orde dan menentukan tetapan laju reaksi tersebut. Pada dasarnya safonifikasi etil asetat dapat dinyatakan dalam persamaan:

    CH3-COO-C2H5 + OH-                 CH3COO- + C2H5OH

    reksi safonifikasi etil asetat  merupakan reaksi ordo dua yang dirumuskan dengan persamaan d(eter) / dt = k [eter] [OH]. Jika konsentrasi awal aster = a maka persamaan dpat di tulisdan dapat diintegrasikan menjadi  2.

    Pada praktikum reaksi safonifikasi etil asetat ini didapat hasil dari basa kuat (Naoh0 dengan mereaksikan metil asetat, maka akan terbentuk asetil dan alkohol. Kecepatan terbentuknya produk dari waktu pertama to ke t berbeda. Kecepatan atou laju reaksi pada laju tersebut dapat dicari dengan mengetahui jumlah konsentrasi baik produk maupun reaktan pada saat waktu uertentu. Konsentrasi OH pada pertsamaan reaksi di atas dapat di anggap sama dan konsentrasi etil adseyt sehingga laju yang di dapat degnan persamaan :                               2.

    Dilihat dari kurva yang terbentuk dari hasil pengamatan di atas dapat ditentukan konstanta laju yang di dapat dari nilai slope yaitu 22,48M-1 menit - . akan tetapi nilai laju ini di dapat dari nilai konsentreasi NaOH dari setiap waktu yanga digunakan yakni berturut-turut 5,10,20,30,dan 40 menit, dengan konsentrasi 463,96 M-1,485,44 M-1,510,2 M-1, -7142,80 M-1, dan 1250 M-1. dri perbandingan antara waktu dengan konsentrasi inilah didapatkan nilai intersrp 350 M-1 dan konstanta lujunya tersebut.

     

    1. KESIMPULAN

     

    1. . Makin lama waktu pencampuran, makin banyak volume NaOH yang dibutuhkan untuk titrasi.
    2. Tetapan laju reaksi bisa didapatkan dari kurva antara waktu dengan 1/ (a-x)
    3. Orde suatu reaksi dapat ditentukan melalui percobaan
    4. Laju reaksi adalah jumlah pangkat faktor konsentrasi dalam hukum laju terhadap deferensial
    5. laju pad suhu tertentu konstan
    6. slope yang didapat adalah 22,48 M-1 /menit
    7. intersep yang didapat adalah 350
    8. pencampuran etil asetat dan NaOH dengan HCl dalam berbagai waktu bertujuan untuk mengetahui laju reaksi yaitu dengan menentukan volume NaOH untuk titrasi.

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    Dogra, S. K. 2008. Kimia Fisik dan Soal-soal. Jakarta: UI Press..

    Hiskia, Achmad. 2001. Elektrokimia dan Kinetika Kimia. Bandung: PT Citra Aditya         Sakti.

    Partana, Crys Fajar, dll. 2003. Common Textbook : Kimia Dasar 2. Yogyakarta : UNY      Press

Kata Kunci Baru

penentuan kinetika ester saponifikasi dengan metode konduktometri,laporan penentuan orde reaksi dan tetapan laju reaksi,laporan praktikum penentuan orde reaksi dan tetapan laju reaksi,laporan saponifikasi,penentuan orde reaksi dan tetapan laju reaksi,penentuan tetapan laju reaksi pada orde reaksi dua,jurnal konduktometri,laporan praktikum penentuan kinetika ester saponifikasi dengan metode konduktometri,laporan reaksi penyabunan,jurnal saponifikasi,kinetika saponifikasi ester dengan metode konduktometri,laporan penentuan kinetika ester saponifikasi dengan metode konduktometri,penetapan kadar timbal secara titrasi konduktometri,makalah saponifikasi etil asetat,laporan praktikum pengujian orde reaksi pada reaksi penyabunan etil asetat,kelarutan BaSO4 secara konduktometri,laporan praktikum kinetika reaksi saponifikasi etil asetat,orde reaksi saponifikasi ester,laporan praktikum reaksi penyabunan,pengaruh temperatur terhadap safonifikasi,jurnal penentuan tetapan fisika senyawa organik,safonifikasi,jurnal konduktometri pdf,jurnal saponifikasi etil asetat,laporan kinetika reaksi,laporan saponifikasi ester,reaksi saponifikasi pdf,laporan pengaruh temperatur terhadap safonifikasi,saponifikasi pdf,laporan konstanta kecepatan reaksi,laporan penentuan tetapan laju reaksi pada orde reaksi dua,laporan praktikum konstanta kecepatan reaksi,jurnal saponifikasi pdf,persamaan reaksi penyabunan,saponifikasi etil asetat pdf,jurnal reaksi saponifikasi,kinetika saponifikasi,laju reaksi saponifikasi,dasar teori etil asetat,laporan praktikum pengaruh temperatur terhadap safonifikasi,orde reaksi penyabunan etil asetat,jurnal reaksi penyabunan,jurnal titrasi konduktometri pdf,laporan pengujian orde reaksi pada reaksi penyabunan,laporan praktikum penentuan orde reaksi,laporan praktikum pengaruh temperatur terhadap saponifikasi,orde reaksi saponifikasi,penyabunan ester dengan konduktometri,persamaan reaksi saponifikasi,teori saponifikasi dan mekanisme reaksi,dasar teori reaksi saponifikasi etil asetat,dasar teori saponifikasi,jurnal kecepatan reaksi pdf,jurnal kinetika saponifikasi ester,kinetika reaksi,laporan pengaruh temperatur terhadap saponifikasi,laporan praktikum kimia reaksi penyabunan,laporan praktikum kinetika reaksi,laporan praktikum penyabunan etil asetat,mekanisme reaksi saponifikasi etil asetat,Penentuan orde reaksi pada reaksi penyabunan etil asetat,penentuan orde reaksi secara konduktometri,penentuan tetapan laju reaksi,saponifikasi ester pdf,cara penentuan orde reaksi,jurnal penyabunan,jurnal penyabunan etil asetat,kesimpulan penentuan tetapan laju reaksi pada orde reaksi dua,laporan konstanta laju reaksi penyabunan etil asetat dan basa KOH,laporan penentuan orde reaksi Dan penetapan laju reaksi,laporan praktikum penyabunan,laporan reaksi saponifikasi etil asetat,mekanisme reaksi saponifikasi,penetapan tetapan kecepatan reaksi dari penyabunan ester dan basa,pengaruh suhu pada saponifikasi ester,saponifikasi,dasar teori kinetika reaksi saponifikasi etil asetat,dasar teori reaksi etil asetat dengan OH- secara konduktometri,journal safonifikasi etil asetat,jurnal etil asetat pdf,jurnal kecepatan reaksi,jurnal kinetika reaksi pdf,jurnal laju reaksi pdf,jurnal penentuan orde reaksi dan tetapan laju reaksi,jurnal penentuan orde reaksi dari reaksi penyabunan,jurnal saponifikasi ester,jurnal tentang reaksi saponifikasi,laju reaksi etil asetat,laporan kinetika reaksi orde dua,laporan kinetika reaksi penyabunan etil asetat,laporan laju reaksi kimia,laporan laju reaksi orde dua,laporan orde reaksi dan tetapan laju reaksi,laporan penentuan orde reaksi penyabunan etil asetat,laporan praktikum biokimia Saponifikasi,laporan praktikum kinetika saponifikasi,laporan praktikum penentuan tetapan laju reaksi penyabunan etil asetat,mencari tentang reaksi saponifikasi atau reaksi penyabunan,orde reaksi dan tetapan laju reaksi penyabunan etil asetat,penentuan laju atau penetapan laju

Leave a Reply