Sintesis Kloroform

Monday, March 12th 2012. | LP Kimia Organik
  1. I.                   JUDUL

 

Pembuatan Kloroform

 

  1. II.                TUJUAN

 

Membuat kloroform dari reaksi redoks dan hidrolisa

  1. III.             LANDASAN TEORI

Kloroform adalah kimia relatif non-reaktif yang digunakan dalam berbagai laboratorium untuk pekerjaan penelitian,industri seperti pewarna dan pestisida serta obat-obatan. Kloroform disebut juga haloform disebabkan karena brom dan klor juga bereaksi dengan metal keton, yang menghasilkan masing-masing bromoform (CHBr3) dan kloroform (CHCl3). Hal ini disebut CHX3 atau haloform, maka reaksi ini sering disebut reaksi haloform.

Kloroform mudah dibuat, metana berklorin dibuat melalui klorinasi metana. Kloroform (CHCl3), semua tidak larut dalam air, tetapi merupakan pelarut efektif untuk senyawa organik.

Dalam pembuatan atau pensintesaan kloroform perlu diperhatikan beberapa hal yaitu dengan adanya oksigen dari udara dan sinar matahari maka kloroform dapat teroksidasi dengan lambat menjadi fosgen (gas yang sangat beracun), maka untuk mencegah terjadinya fosgen ini maka kloroform, disimpan dalam botol yang berwarna coklat yang terisi dan mengandung 0,5 – 1% etanol (untuk mengikat bila terjadi fosgen).

Senyawa kloroform adalah senyawa haloalkana yang mengikat tiga atom halogen klor (Cl) pada rantai C-nya. Senyawa kloroform dapat dibuat dengan bahan dasar berupa senyawa organik yang memiliki gugus metil (-CH3) yang terikat pada atom C karbonil atau atom C hidroksi yang direaksikan dengan pereaksi halogen (Cl2). Beberapa senyawa yang dapat membentuk kloroform dan senyawa haloform lainnya adalah etanol, 2-propanol, 2-butanol, etanol, propanon, 2-butanon. Halogenasi sering berjalan secara eksplosif dan hampir tanpa kecuali menghasilkan campuran produk, karena lasan inilah halogenasi kadang saja digunakan dalam laboratorium.

Struktur senyawa haloalkana yang terbentuk dari proses halogenasi terdiri dari ikatan sigma karbon-halogen yang terbentuk oleh saling menindihnya suatu orbital atom halogen dan suatu orbital hibrida atom karbon. Sebuah halogen membentuk satu ikatan kovalen dan karena itu tak terdapat sudut ikatan di sekitar atom ini. Namun, karbon menggunakan orbital hibrida yang sama tipenya untuk mengikat halogen, hidrogen maupun atom karbon lain.

Pembuatan kloroform :

  1. Pengfotokloran metana
  2. Menurut reaksi haloform :

Zat + halogen + basa (halogen+basa=atau hipoklorit) CHCl3

Syarat untuk zat ini yaitu yang mempunyai atau pada oksidasi menghasilkan gugus CH3COO (asetil) yang terikat pada atom H atau C. Reaksi haloform ini berlangsung dalam tiga tingkat :

  1. Oksidasi (bila perlu)
  2. Substitusi
  3. Penguraian oleh basa

Sifat-sifat CHCl3 :

  1. Cairan
  2. Baunya khas

Penggunaan CHCl3 :

  1. Pelarut untuk lemak, ”dry cleaning” dan sebagainya
  2. Obat bius untuk tujuan ini : dibubuhi etanol, disimpan dalam botol coklat, diisi sampai penuh (2,103-105)

Kloroform yang dapat dari alkohol dengan kapur klor (bleaching powder) melalui tiga tingkatan reaksi yaitu :

 

1. Oksidasi oleh halogen

CH3CH2OH + Cl2 à CH3CHO

2. Klorinasi dari hasil oksidasi

CH3CHO + Cl2 à CCl3CHO + HCl

3. CCl3CHO + Ca(OH)2 à CHCl3 + (HCOO)2Ca

Sedangkan pada reaksi dengan aseton lebih kuat, sehingga dalam proses sintesa digunakan susunan alat yang agak berbeda. Reaksinya adalah sebagai berikut

1. CH3COCH3 + 3 Cl2 à CCl3COCH3 + 3 HCl

2. CCl3COCH3 + Ca(OH)2 à CHCl3 + (CH3COO)2Ca

Sintesis kimia kloroform dilakukan oleh eksploitasi dari proses klorinasi dimana campuran klorin dan metana dipanaskan bersama-sama. Namun, bahan kimia lain seperti klorometana dan diklorometana bisa membentuk yang dapat kemudian dipisahkan dengan distilasi.

 

  1. IV.             ALAT DAN BAHAN

Alat :

  1. Alat destilasi lengkap
  2. Corong pisah

Bahan :

  1. Kaporit
  2. Alkohol
  3. CaCl2 anhidrat
  1. I.                   HASIL PRAKTIKUM

Kloroform tidak terbentuk.

  1. II.                PEMBAHASAN

Kloroform merupakan senyawa organik berwujud cair dengan titik didih 61,2 0 C, indeks bias 1,487 dan berbau menyengat, serta mudah menguap. Dalam Kamus Kimia (2002: Balai Pustaka) kloroform adalah zat cair tanpa warna dengan bau manis, menyenangkan dan anestetik. Dalam kehidupan sehari-hari kloroform berfungsi sebagai pembius, dan pelarut senyawa organik. Kloroform adalah nama umum untuk senyawa triklorometana (CHCl3). Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan pembius, meskipun kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolar di laboratorium atau industri. Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan, namun mudah menguap.

sSintesis koroform dilakukan tanpa ekstraksi, dengan mereaksikan kaporit dan aseton yang akan menghasilkan kloroform.  Mula – mula kaporit dihaluskan menggunakan lumpang porselen dengan penambahan akuades sedikit demi sedikit. Hal ini bertujuan untuk memperluas permukaan kaporit sehingga mudah bereaksi. Setelah halus kaporit dituangkan ke dalam labu destilasi. Kemudian dimasukkan aquades ke dalam penampung destilasi. Aquades berfungsi untuk mengurangi penguapan destilat. Selanjutnya aseton dituang ke dalam corong pisah dan diencerkan dengan aquades yang berfungsi sebagai media reaksi. Selanjutnya aseton diteteskan ke dalam labu destilasi yang berisi kaporit. Dilanjutkan dengan pemanasan pada suhu 60 ˚C. Campuran yang menguap mengandung kloroform dan air. Uap ini mengalir melewati tabung kondensor dan mengembun. Embun ini mencair dan mengalir ke dalam penampung destilat. Klorofom yang masih mengandung air seharusnya dipisahkan dengan penambahan NaOH dalam corong pisah sehingga terbentuk lapisan dimana klorofom lapisan bawah karena masa jenisnya lebih kecil. Kloroform selanjutnya diteteskan kedalam CaCl2 anhidrat untuk mengikat air pada kloroform dan disaring. Dari hasil praktikum didapat bahwa tidak terbentuknya kloroform dalam percobaan ini, atau  bisa dikatakan tidak berhasil.

Alasan pertama, pada dasarnya koloroform merupakan senyawa yang volatile dengan titik didih yang rendah yaitu 60 ˚C oleh karenanya pemanasan harus konstan dan dijaga. Bila melewati titik didihnya maka klorofom akan habis menguap dan terlarut ke dalam larutannya. Suhu pemanasan saat destilasi mencapai lebih dari 900 C. Hal ini lah yang menyebabkan kloroform tidak terbentuk, melainkan menguap hingga baunya memenuhi ruangan. Tetesan-tetesan cairan yang tertampung pada labu penampung sangatlah sedikit kemudian cairan tersebut di masukkan dalam corong pisah. Setelah dimasukkan dalam corong pisah cairan tersebut di tambahkan air untuk mempermudah pengocokan, pengocokan bertujuan untuk memisahkan air dengan kloroform yang terbentuk. Akan tetapi ternyata tidak ditemukannya lapisan terpisah pada cairan dalam corong pisah, yang berarti kloroform tidaklah terbentuk melainkan hanyalah ada air dalam corong pisah tersebut. Sehingga penambahan CaCl2 anhidrat tidak dilakukan. CaCl2 ditambahkan bertujuan untuk mengikat air yang tersisa dalam kloroform.

Reaksi pembentukan kloroform:

CaOCl2 + H2O    →   Ca(OH)2 + Cl2

  1. Reaksi oksidasi oleh halogen

CH3CH2OH + Cl2    CH3CHO

  1. Klorinasi dari hasil oksidasi

CH3CHO + CCl3CHO + HCl

  1. CCl3CHO + Ca(OH)2    →  CHCl3 + (HCOO)2Ca

 

 

  1. III.             KESIMPULAN
    1. Koroform tidak terbentuk, sebab suhu pemanasan saat destilasi melewati suhu titik didih kloroform sehingga kloroform menguap dan terlarut dalam pelarut.
    2. Pembentukan kloroform melibatkan beberapa proses reaksi, diantaranya reaksi antara kaporit dan air, reaksi oksidasi oleh halogen, reaksi klorinasi dari hasil oksidasi dan sebagainya.
    3. Reaksi akhir dalam pembentukan kloroform

CCl3CHO + Ca(OH)2    →  CHCl3 + (HCOO)2Ca

  1. IV.             DAFTAR PUSTAKA
    1. Fessenden & Fessenden. 1986. Kimia Organik Edisi ketiga Jilid 2. Erlangga : Jakarta
    2. tipdeck.com/id/how-to-make-chloroform

Kata Kunci Baru

sintesis kloroform,pembuatan kloroform,sintesis haloform,pembuatan kloroform dari kaporit,pembuatan sintesis kloroform,laporan pembuatan kloroform,mekanisme reaksi sintesis kloroform,sintesis aseton,jurnal pembuatan sintesis kloroform,laporan sintesis aseton,reaksi kimia kloroform,jurnal pembuatan kloroform,reaksi pembuatan kloroform dari etanal,pembuatan sintesa kloroform,reaksi sintesis kloroform,contoh laporan praktikum sintesis kloroform,laporan praktikum tentang pembuatan kloroform,hasil dan pembahasan pembuatan kloroform,reaksi pembuatan kloroform,jurnal haloform,kloroform adalah,pembuatan kloroform dari aseton,pembuatan kloroform dari metana,mekanisme reaksi kloroform,laporan praktikum organik tentang pembuatan kloroform,proses pembuatan kloroform,membuat kloroform,praktikum sintesis kloroform,mekanisme reaksi sintesis kloroform dari kaporit dengan aseton,mekanisme haloform,percobaan sintesis kloroform,reaksi antara ki aseton dan kaporit,laoparan praktikum pembuatan kloroform,kesimpulan sintesis senyawa organik,mekanisme sintesis kloroform,jurnal tetapan distribusi iod sistem koroform-air,laporan praktikum kimia organik 2 pembuatan kloroform,landasan teori sintesis klofrom,reaksi kloroform dari etanal,laporan praktikum kloroform oleh kaporit,laporan praktikum kimia organik khloroform,laporan praktikum pembuatan metana,reaksi kimia pembuatan kloroform,laporan kimia sintesa,laporan halogenasi aseton,praktikum penetapan konstanta kesetimbangan hidrolisa etil asetat,laporan aseton,laporan proses pembuatan kloroform,jurnal tentang pembuatan kloroform,analisa reaksi halogen dengan kloroform,jurnal analisis kloroform pada kimia organik sintesis,dasar teori laporan tentang pembuatan kloroform,tentang kloroform,struktur reaksi kimia kloroform dan air,jurnal kloroform,stoikiometri kompleks ammin - tembaga ii,haloform adalah,haloform,ekstraksi KI dengan kloroform,analisis data percobaan tetapan kesetimbangan ion triodida,haloform atau kloroform,sintesis pembuatan haloform,sontohh sintesis kloroform,percobaan sintesis aseton,struktur reaksi kimia antara aseton dan klorofom,sintesis klorofrom,praktikum metana dan sifat-sifat,sintesis klorofrorm,produk yang mengandung koroform,Produk yang mengandung kloroform,praktikum pembuatan kloroform menggunakan,praktikumpembuatan kloroform,praktikum sintesis aseton,pengertian derajat disosiasi dan asosiasi dalam kimia fisika,penentua ikatan hidrogen aseton dan kloroform,pembentukan ikatan hidrogen antara kloroform dengan aseton,pembentukan iodin dari oksidasi KI menggunakan kaporit,pembuatan dan reaksi kloroform,pembahasan sintesis aseton,pembuatan iodine kaporit,tujuan praktikum pembuatan sintesis kloroform,tujuan praktikum pembuatan sintesa kloroform,tujuan dari sintesis kloroform,pembuatan kloroform bius,laporan praktikum kimia organik sintesis kloroform,titik didih kloroform dan aseton,titik didih kloroform,pembuatan kloroform dari kaporit dan aseton,pembuatan kloroform menggunakan kaporit,syarat reaksi bromoform dan kloroform,pembuatan sintesi kloroform,soal kimia organik sintesis kloroform,pembahasan sintesis klofrom,reaksi air dan kloroform,reaksi antara kaporit dan air,sifat kimia kloroform,reaksi pembentukan kloroform,reaksi pembentukan ikatan hidrogen kloroform dengan aseton,reaksi oksidasi kloroform,sifat sifat senyawa kloroform

Leave a Reply